Juni 30, 2020

PERBANDINGAN MATERIAL STRUKTUR BANGUNAN; BATA MERAH & BATA RINGAN

Artikel kali ini akan membahas tentang penggunaan material terbaik untuk sebuah konstruksi bangunan, antara bata merah & bata ringan

Hingga kini, permintaan serta ketersediaan material untuk membangun sebuah konstruksi bangunan kian beragam. Pilihan – pilihan penggunaan material tersebut tentu saja harus menyesuaikan kebutuhan pembangunan konstruksi tersebut. Untuk anda yang ingin membangun rumah atau membangun konstruksi bangunan tertentu, anda bebas menentukan material yang terbaik untuk konstruksi bangunan anda. Tetapi perlu diingat, dengan kebebasan memilih material tersebut, sebaiknya anda sudah mengetahui konsep bangunan dan budget anda. Dengan begitu anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konstruksi tersebut mengenai penggunaan material – materialnya.

Khusus untuk material pembuatan dinding yang termasuk ke dalam pekerjaan arsitektur, untuk bagian pekerjaan arsitektur tersebut anda memiliki dua pilihan material paling popular, yaitu bata merah dan bata ringan. Kedua material tersebut paling sering digunakan untuk menjadi bahan dasar pembuatan dinding yang masing-masing memiliki keunggulannya. Namun ada juga material lain yang digunakan selain bata merah & bata ringan, ada material bernama batako press, batako press adalah material olahan yang terbuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat (dipress). Batako press biasanya digunakan untuk membuat dinding dengan pertimbangan untuk meringankan beban struktur bangunan tertentu. Namun pembahasan ini tidak fokus pada penggunaan batako press, karena batako press kurang disukai untuk pembangunan dinding bangunan.

Jika dilihat dari tampilan fisiknya, bata merah memang terbuat dari tanah liat yang dibakar hingga berwarna kemerah – merahan. namun seiring pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan bata merah untuk dinding semakin menurun dan mayoritas orang lebih memilih material – material baru seperti olahan gypsum dan olahan bambu karena memiliki harga yang lebih murah dan lebih indah jika dilihat dari segi arsitektur. Namun, dari dulu hingga sekarang bata merah tetap menjadi favorit sebagai material pembuatan dinding karena sudah teruji ketahanannya dan juga mudah didapatkan.

Lain halnya dengan bata ringan atau celcon. Jika dilihat dari tampilan fisiknya, bata ini berwarna putih atau abu – abu karena bata ringan diproduksi dengan alat pabrik mengggunakan bahan dasar berupa semen, pasir kwarsa, kapur, gypsum, air, dan pasta alumunium.

Agar anda bisa memilih material yang cocok untuk dinding bangunan rumah, perbandingan penggunaan bata merah & bata ringan akan dijelaskan dengan poin – poin sebagai berikut:

  • Perbandingan bahan utama pembuatan bata merah & bata ringan



    Terkait dengan produksi atau pembuatannya, material bata merah diproduksi dari tanah liat dengan cara dicetak atau dipadatkan yang kemudian dibakar pada pada suhu tinggi hingga mengeras. Sementara itu untuk bata ringan atau celcon, karena material ini terdiri 2 jenis yang berbeda, yang pertama ada Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Maka kita harus mengulasnya satu per satu. Untuk bata ringan AAC dirpoduksi menggunakan bahan dasar berupa semen, pasir kwarsa, kapur, gypsum, air & pasta alumunium. Sedangkan untuk bata ringan CLC diproduksi menggunakan bahan dasar seperti pasir, semen, air, dan busa.
  • Perbandingan Kualitas ketahanan antara bata merah & bata ringan



    Jika diperhatikan dari proses pembuatan atau produksi dari kedua material tersebut, dapat dikatakan bata ringan memiliki kualitas ketahanan yang tinggi dibandingkan denga bata merah karena bata ringan menggunakan semen sebagai bahan pengikat. Dengan begitu, terbukti bata ringan lebih unggul dalam hal kualitas ketahanan karena penggunaan bahan pengikat tadi. Terlebih lagi, material bata ringan merupakan material olahan yang sama dengan bahan pembuatan beton, sehingga memenuhi standard jika digunakan untuk konstruksi bangunan yang dapat menahan gempa atau guncangan.

    Pada sejumlah pengujian – pengujian yang dilakukan, material bata merah memiliki kapasitas untuk menahan beban sekitar 25 kilogram per meter persegi. Sedangkan bata ringan, walaupun dengan bobot yang lebih ringan dibanding bata merah, bata ringan memiliki kapasitas untuk menahan beban sekitar 40 kilogram per meter persegi. Dengan begitu, pembuktian tersebut menunjukkan jika penggunaan bata ringan untuk bangunan memiliki kualitas ketahanan yang lebih baik dibanding penggunaan bata merah.
  • Perbandingan bobot bata merah & bata ringan



    Walaupun bata merah memiliki dimensi ukuran lebih kecil ketimbang bata ringan, namun bata merah memiliki bobot yang berat dibanding bata ringan. Dengan memiliki bobot yang lebih berat maka bata merah dapat mempengaruhi durasi waktu pengerjaan dan juga lebih memberikan beban struktur penopang dari pembuatan dinding menggunakan bata merah.
    Sementara, bata ringan memiliki bobot yang ringan sehingga dapat mempermudah proses pengerjaan serta sudah teruji untuk dapat menahan beban struktur melebihi bata merah. Sekali lagi, bata ringan lebih diunggulkan dari bata merah dari segi bobot material.
  • Perbandingan penggunaan bata merah & bata ringan



    Pada umumnya, bata merah diproduksi oleh industry rumahan. Berbeda dengan bata ringan yang diproduksi oleh mesin pabrik yang mempunyai teknologi modern sehingga hasilnya lebih rapi, lebih presisi dan lebih kuat. Dengan hasil produksi yang lebih presisi, bata ringan memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Hal – hal tersebut dapat mempengaruhi proses pengerjaan dan juga material tambahan untuk pembuatan dinding rumah. Sedangkan bata merah, yang diproduksi di industry rumahan memiliki ukuran dan bentuk yang tidak presisi antara satu sama lain. Hal tersebut jadi membutuhkan plester tebal untuk menghasilkan dinding yang rata jika menggunakan bata merah.
    Tetapi bata merah dinilai lebih mudah dipasang ketimbang bata ringan. Namun perlu diingat, penggunaan bata merah cocok untuk bidang bangunan yang relative kecil, sedangkan bata ringan lebih cocok digunakan untuk bidang yang lebih luas dan terdiri dari beberapa lantai atau tingkatan bangunan.
  • Perbandingan harga bata merah & bata ringan



    Bata merah sangat mudah ditemukan di hampir semua toko material di manapun dan dijual dengan harga yang relative murah dibanding bata ringan. Sehingga material bata merah memang cocok untuk anda yang ingin menekan harga pembangunan konstruksi rumah. Lain halnya dengan bata ringan yang ketersediaannya cukup sulit ditemui, dengan begitu harga jualnyapun cukup mahal jika dibanding bata merah.

Itulah penjelasan dari perbandingan penggunaan bata merah & bata ringan untuk membuat dinding pada konstruksi bangunan rumah. Semoga anda dapat menilai material yang cocok dan sesuai untuk kebutuhan konstruksi bangunan dan budget yang anda miliki.

MEIRIVE ADALAH KONTRAKTOR YANG SELALU MENAWARKAN MATERIAL BERKUALITAS DENGAN HARGA TERBAIK

Constructed by: Meirive

Pekerjaan membangun konstruksi sebuah bangunan memiliki banyak elemen yang dapat mendukung bangunan tersebut untuk kokoh berdiri serta tahan lama. Hal tersebut selalu menjadi concern kami dalam industry ini. Elemen – elemen yang dapat menjadikan suatu bangunan kokoh berdiri antara lain mengenai material – material yang digunakan serta metode pengerjaannya. Kedua hal tersebut akan selalu menjadi satu kesatuan yang fundamental bagi kami untuk menghasilkan produk serta mutu pelayanan yang maksimal. Sebagai kontraktor di industry konstruksi dan interior, kami akan memberikan penawaran material yang berkualitas dengan harga terbaik sesuai kebutuhan proyek – proyek tertentu. Material berkualitas dan metode pengerjaan maksimal? Meirive siap mewujudkan rumah idaman anda.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *